Gadgetholic – PT Infra Fiber Teknologi (IFT), perusahaan infrastruktur digital independen hasil kolaborasi Arsari Group dan Indosat Ooredoo Hutchison, resmi memperkenalkan RAIA Grid. Platform ini hadir untuk menjawab kebutuhan infrastruktur digital Indonesia yang terus berkembang, seiring meningkatnya penggunaan cloud computing, kecerdasan buatan (AI), pusat data hyperscale, serta berbagai layanan digital.
Dari Konektivitas Menuju Ekosistem Digital Berbasis AI
Selama satu dekade terakhir, pembangunan infrastruktur digital Indonesia berfokus pada perluasan konektivitas untuk menghubungkan masyarakat dan berbagai wilayah. Namun, perkembangan teknologi membuat kebutuhan tersebut semakin kompleks.
Infrastruktur digital kini tidak hanya dituntut menghubungkan manusia, tetapi juga harus mampu menghubungkan data, bisnis, mesin, pusat data, layanan cloud, hingga sistem AI secara efisien.

Founder and Chairman Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo, menilai pembangunan infrastruktur digital memiliki peran penting dalam menentukan arah perkembangan Indonesia di masa depan.
Menurutnya, RAIA Grid menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat kapabilitas digital nasional melalui pembangunan infrastruktur, pengembangan ilmu pengetahuan, serta peningkatan talenta yang dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi AI di dalam negeri.
Miliki Jaringan Fiber Optik 86.000 Kilometer
RAIA Grid hadir dengan jaringan fiber optik yang memiliki total panjang mencapai 86.000 kilometer. Infrastruktur tersebut dirancang sebagai “jalan tol digital” yang memungkinkan data dan berbagai layanan digital bergerak secara lebih efisien di berbagai wilayah Indonesia.
Jaringannya dapat mendukung beragam kebutuhan, mulai dari konektivitas 5G dan fiber-to-the-home (FTTH) hingga koneksi antarpusat data.
Dengan konsep open-access, infrastruktur RAIA Grid dapat dimanfaatkan oleh berbagai pelaku dalam ekosistem digital, termasuk operator telekomunikasi, perusahaan data center, penyedia layanan cloud, hyperscaler, hingga korporasi.

President Director RAIA Grid, Hendri Mulya Syam, mengatakan RAIA Grid dibangun dengan visi menjadi infrastruktur penghubung bagi ekosistem digital Indonesia yang semakin kompleks.
Platform ini tidak sekadar menghubungkan satu lokasi dengan lokasi lainnya, tetapi juga dirancang untuk menghubungkan pusat data, memperlancar perpindahan data, serta mendukung kebutuhan komputasi dan AI dalam skala besar.
AI Menjadi Bagian dari Infrastruktur
Salah satu aspek yang menjadi pembeda RAIA Grid adalah pemanfaatan Machine Learning, AI, dan Agentic AI dalam pembangunan serta pengoperasian infrastrukturnya.
Teknologi tersebut diterapkan sejak tahap perencanaan jaringan, peluncuran infrastruktur, hingga operasional dan pemeliharaan. Pendekatan ini memungkinkan perencanaan jaringan dilakukan secara lebih cerdas sekaligus membantu memprediksi kebutuhan konektivitas di masa mendatang.
AI juga dimanfaatkan untuk mengoptimalkan rute fiber, menentukan kebutuhan investasi infrastruktur, mempercepat peluncuran jaringan, hingga mendukung pemeliharaan secara prediktif.
Dengan pendekatan tersebut, RAIA Grid ditujukan untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih tangguh dan responsif dengan konektivitas berlatensi rendah. Hal ini semakin penting karena kebutuhan pemindahan data terus meningkat, mulai dari lokasi data dibuat, disimpan, diproses, hingga digunakan.

Menghubungkan Data Center, Cloud, Bisnis, dan AI
Peran RAIA Grid tidak berhenti pada penyediaan konektivitas. Platform ini dirancang untuk menghubungkan pusat data, layanan cloud, pelaku usaha, serta infrastruktur AI agar berbagai kapabilitas digital dapat terintegrasi dalam satu ekosistem.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyebut peluang yang dibawa RAIA Grid lebih luas dibandingkan sekadar konektivitas.
RAIA Grid diarahkan menjadi infrastruktur yang menghubungkan berbagai lapisan penting dalam ekosistem digital, mulai dari data center dan platform cloud hingga pelaku usaha dan infrastruktur AI.
Sinergi RAIA Grid, Indosat, dan Zankore diharapkan dapat memperkuat fondasi ekosistem AI di Indonesia. Dengan konektivitas antarlapisan tersebut, pengembangan teknologi AI diharapkan dapat semakin luas dan mudah dimanfaatkan oleh pelaku usaha, industri, maupun masyarakat.
Dorong Kemandirian Teknologi Indonesia
Pengembangan RAIA Grid juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan komputasi berkinerja tinggi di Indonesia. Infrastruktur ini diposisikan sebagai salah satu fondasi dalam menghadapi perkembangan teknologi komputasi dan AI di masa depan.

Deputy CEO dan COO Arsari Group, Aryo Djojohadikusumo, menegaskan bahwa pembangunan “jalan tol digital” bukanlah tujuan akhir. Infrastruktur tersebut justru diharapkan menjadi sarana untuk membangun dan mengembangkan kapabilitas teknologi nasional.
Dalam jangka panjang, peningkatan kemampuan komputasi di dalam negeri bahkan diharapkan dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan teknologi yang lebih maju, termasuk kemampuan dalam pengembangan dan manufaktur supercomputer.
Jika kapabilitas tersebut dapat dibangun secara nasional, Indonesia berpeluang memperkuat kemandirian teknologi sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global.
Fondasi Transformasi Digital dan AI
Pada akhirnya, RAIA Grid tidak hanya berbicara mengenai pembangunan jaringan fiber dan peningkatan konektivitas. Platform ini menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan konektivitas, komputasi, talenta, dan kapabilitas AI dalam satu ekosistem digital.
Konvergensi berbagai elemen tersebut menjadi penting agar teknologi AI dapat dikembangkan dan dimanfaatkan dalam skala yang lebih luas. Infrastruktur digital yang kuat juga dapat membuka peluang bagi pelaku usaha, industri, dan inovator untuk menciptakan aplikasi serta layanan baru berbasis AI.
RAIA Grid menggabungkan pengalaman dan investasi jangka panjang Arsari Group dalam pembangunan kapabilitas nasional dengan keahlian telekomunikasi, skala bisnis, dan inovasi digital yang dimiliki Indosat.
Melalui kolaborasi tersebut, RAIA Grid diarahkan menjadi platform infrastruktur digital berbasis AI yang tidak hanya memenuhi kebutuhan konektivitas saat ini, tetapi juga menjadi salah satu fondasi bagi transformasi digital dan pengembangan ekosistem AI Indonesia dalam jangka panjang.


















![[Review] Omron HEM-7156T Akurat, Nyaman Dan Mudah Digunakan Dengan Bluetooth](https://gadgetholic.id/wp-content/uploads/2022/11/P_20221116_075706-218x150.jpg)
![[review] Lexar SSD NVMe M.2 2280 NM760 Cocok Bagi Para Gamer dan Profesional](https://gadgetholic.id/wp-content/uploads/2022/11/P_20221114_212609-218x150.jpg)
![[Review] Smartphone Paling Kuat dengan Helio G99 & Super AMOLED di Segmennya](https://gadgetholic.id/wp-content/uploads/2022/11/P_20221104_165801-218x150.jpg)
















