Dell Precision 3561 yang saat ini diuji menggunakan prosesor Core i7-11800H atau sering dikenal dengan Tiger Lake H45 dan memiliki kartu grafis terintegrasi Intel UHD Gen 11 IGP. Intel UHD ini sendiri memiliki 32 Execution Unit yang kencang. Prosesornya sendiri memiliki 8 core dengan 16 threads dengan kecepatan 2,3 GHz dan memiliki Turbo hingga 4.6 GHz yang beroperasi pada TDP 35 watt hingga 45 watt. Tiger Lake sendiri sudah menggunakan litografi 10 nm SuperFin.
Laptop ini juga datang dengan kartu grafis tambahan didalamnya. GPU tersebut adalah NVIDIA Quadro T1200. GPU ini memiliki memori GDDR6 sebesar 4 GB dengan 1024 CUDA Cores. GPU Quadro lebih ditujukan kepada rendering 3D dan bukan untuk bermain game meskipun secara teknis GPU ini bisa sipakai untuk bermain game.
RAM yang terpasang pada perangkat ini juga sudah menggunakan mode dual channel dan dapat dengan mudah diganti karena tidak tersolder atau tertanam pada motherboard-nya. SSD NVMe Western Digital SN530 yang dipilih Dell pada laptop ini memiliki form factor 2230. Untuk menambah kapasitasnya, Dell juga sudah menyediakan sebuah port NVMe PCIe x4 Gen 4 tambahan pada motherboard-nya.
Untuk mengukur kinerjanya, saya menggunakan beberapa aplikasi benchmark. Berikut adalah hasil benchmarking-nya.
Dapat dilihat bahwa kinerja dari laptop dari Dell ini sangat baik. Tentunya lebih baik jika dibandingkan dengan sang pendahulunya. Dengan kinerja tersebut, maka pekerjaan yang membutuhkan performa CPU dan GPU tinggi akan dapat terselesaikan dengan baik.
Saat pengujian dilakukan, suhu yang dihasilkan laptop ini masih terbilang cukup wajar dengan suhu maksimal di kisaran 90o C pada CPU dengan menjalankan Cinebench R23 dalam waktu 10 menit. Untuk suhu maksimal GPU berada di kisaran 74,5o C saat menjalankan aplikasi GPUPI. Untuk suhu normal, CPU berada dibawah 50o C dan GPU berada di angka 50o C. Saat menggunakan baterai atau kondisi idle saat adaptor daya terpasang, GPU Nvidia pada laptop ini akan mati untuk menghemat daya dan membuat suhu laptop lebih adem.
Kami menguji laptop ini berdasarkan berapa lama sebuah perangkat bisa menonton file video 1080p dengan container file WEBM. Perlu diketahui bahwa pengujian ini tidak akan memberikan hasil yang sama dalam penggunaan sehari-hari.

Hasilnya, untuk nonton video, laptop yang satu ini ternyata bisa bertahan selama 10 jam 11 menit. Namun saat menggunakan laptop ini untuk melakukan rendering dan editing, seharusnya hasilnya akan lebih pendek. Saat mengisi baterainya, dengan menggunakan charger bawaan yang memakai 130 watt, laptop ini akan terisi secara penuh dalam waktu sekitar 1,5 jam lebih.


















![[Review] Omron HEM-7156T Akurat, Nyaman Dan Mudah Digunakan Dengan Bluetooth](https://gadgetholic.id/wp-content/uploads/2022/11/P_20221116_075706-218x150.jpg)
![[review] Lexar SSD NVMe M.2 2280 NM760 Cocok Bagi Para Gamer dan Profesional](https://gadgetholic.id/wp-content/uploads/2022/11/P_20221114_212609-218x150.jpg)
![[Review] Smartphone Paling Kuat dengan Helio G99 & Super AMOLED di Segmennya](https://gadgetholic.id/wp-content/uploads/2022/11/P_20221104_165801-218x150.jpg)





























