Gadgetholic – Setiap Rabu pertama di bulan Juni, dunia merayakan Global Running Day, momen yang menginspirasi dan merayakan semangat berlari. Di Indonesia, lari berkembang pesat menjadi gaya hidup, didorong oleh komunitas yang solid dan meningkatnya kesadaran akan kesehatan.

Popularitas lari terlihat dari menjamurnya event seperti fun run hingga ultra run, serta fenomena Car Free Day yang jadi ruang bertemu pelari dari berbagai kalangan. Menurut Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, lari bukan hanya soal kecepatan, tetapi kebiasaan sehat dan ikatan komunitas yang kuat.

Data Garmin: Lonjakan Aktivitas Lari di 2024–2025

Melalui Garmin Connect, tercatat lonjakan signifikan aktivitas lari di Indonesia. Dari 56.463 aktivitas pada Januari 2024, melonjak ke 242.627 pada Mei 2025. Meski sempat turun saat Ramadan, antusiasme kembali meningkat setelahnya. Rata-rata pelari mencatat pace 6:28 menit/km dengan jarak 8,37 km per sesi.

Konsistensi berlari terbukti berdampak positif pada kualitas tidur dan kesehatan, terutama bagi mereka yang rutin berlari setidaknya dua kali seminggu.

Komunitas & Teknologi: Pilar Gaya Hidup Aktif

Komunitas seperti Garmin Run Club (G/R/C) memfasilitasi pelari berlatih bersama, berbagi pengalaman, dan memaksimalkan penggunaan teknologi Garmin. Smartwatch Garmin, dengan fitur seperti Garmin Coach dan Running Dynamics, mendukung latihan berbasis sains untuk performa optimal dan mengurangi risiko cedera.

Garmin juga menghadirkan Asia Virtual Run dalam rangkaian Garmin Run Asia Series, memungkinkan partisipasi lintas negara dan memperkuat rasa kebersamaan komunitas pelari di seluruh Asia.