Gadgetholic – Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) menggelar Seminar dan Workshop Nasional bertajuk “Nilai Strategis Nasional TIK dari Alokasi Spektrum Upper 6 GHz untuk Mobile Broadband 5G-Advanced dan 6G di Indonesia”. Kegiatan ini menjadi forum kolaborasi nasional untuk menyamakan pandangan mengenai kesiapan ekosistem digital Indonesia dalam mendukung pemanfaatan spektrum Upper 6 GHz sebagai fondasi pengembangan teknologi 5G-Advanced dan 6G.
Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, regulator, operator telekomunikasi, penyedia teknologi, akademisi, asosiasi industri, hingga pelaku ekosistem digital. Melalui kolaborasi ini, MASTEL ingin mendorong pemanfaatan spektrum Upper 6 GHz sebagai pengungkit pengembangan jaringan generasi berikutnya sekaligus mempercepat transformasi Indonesia menuju salah satu kekuatan ekonomi digital terdepan di kawasan.
Ketua Umum MASTEL, Sarwoto Atmosutarno, menegaskan bahwa pembahasan mengenai Upper 6 GHz merupakan bagian dari upaya membangun kesiapan ekosistem digital nasional.
“Pemanfaatan Upper 6 GHz merupakan agenda strategis yang memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Forum ini menjadi ruang bersama untuk membangun pemahaman berbasis data, menyelaraskan perspektif, serta merumuskan rekomendasi yang mampu mendukung pengembangan ekosistem digital Indonesia secara berkelanjutan agar Indonesia tidak mengulang keterlambatan adopsi 5G akibat ketersediaan frekuensi dan ekosistem yang belum memadai,” ujar Sarwoto.
Menurutnya, kesiapan Indonesia dalam memanfaatkan spektrum Upper 6 GHz akan memperkuat fondasi layanan digital masa depan sekaligus meningkatkan daya saing nasional dalam ekonomi digital global.
Saat ini, pemanfaatan pita frekuensi Upper 6 GHz (6425–7125 MHz) masih berada pada tahap pembahasan kebijakan di Indonesia. Keputusan mengenai alokasi spektrum tersebut dinilai akan memberikan dampak jangka panjang terhadap investasi digital, pengembangan jaringan, inovasi industri, serta pencapaian Visi Digital Indonesia 2045.
Seminar nasional ini menghadirkan sejumlah tokoh dari pemerintah dan industri, di antaranya Deputi V Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam Marsda TNI Dr. Eko Dono Indarto, Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital Komdigi Adis Alifiawan, serta Koordinator Ekosistem dan Ruang Digital Bappenas Andreas Bondan Satriadi.
Kegiatan juga menghadirkan dua sesi panel strategis. Panel pertama membahas nilai strategis spektrum Upper 6 GHz bagi masyarakat dan ekonomi digital dengan menghadirkan perwakilan GSMA, Komdigi, Telkomsel, Institut Teknologi Bandung (ITB), Telkom University, dan Huawei Technologies. Sementara panel kedua mengulas peta jalan kebijakan Upper 6 GHz di Indonesia, melibatkan ATSI, Kemenko Polkam, Qualcomm International, XLSMART, Indosat Ooredoo Hutchison, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Indonesia.
Sebagai hasil konkret, seminar ini ditargetkan menghasilkan Deklarasi Bersama Industri yang mendukung pemanfaatan Upper 6 GHz untuk mobile broadband, Executive Summary, serta Dokumen Rekomendasi Kebijakan MASTEL. Forum ini juga merekomendasikan pembentukan Working Group yang berfokus pada pengembangan spektrum untuk implementasi 5G-Advanced dan 6G di Indonesia.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, MASTEL berharap dapat membangun kesamaan pemahaman dalam merumuskan kebijakan spektrum nasional yang berkelanjutan, adaptif, dan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di tingkat global.

















![[Review] Omron HEM-7156T Akurat, Nyaman Dan Mudah Digunakan Dengan Bluetooth](https://gadgetholic.id/wp-content/uploads/2022/11/P_20221116_075706-218x150.jpg)
![[review] Lexar SSD NVMe M.2 2280 NM760 Cocok Bagi Para Gamer dan Profesional](https://gadgetholic.id/wp-content/uploads/2022/11/P_20221114_212609-218x150.jpg)
![[Review] Smartphone Paling Kuat dengan Helio G99 & Super AMOLED di Segmennya](https://gadgetholic.id/wp-content/uploads/2022/11/P_20221104_165801-218x150.jpg)
















