Gadgetholic – NVIDIA resmi memperkenalkan lini terbaru GPU GeForce RTX 50 Series dan laptop RTX 50 Series berbasis arsitektur Blackwell ke publik Indonesia. Dengan membawa berbagai terobosan teknologi seperti DLSS 4, Reflex 2, serta RTX Neural Shaders, peluncuran ini menandai era baru dalam evolusi grafis komputer berbasis AI.

GeForce RTX 5090: GPU Tercepat dari NVIDIA
Menjadi sorotan utama, GeForce RTX 5090 tampil sebagai GPU tercepat yang pernah dibuat NVIDIA. Didukung 92 miliar transistor dan performa komputasi AI hingga 3.352 triliun operasi per detik (TOPS), RTX 5090 menawarkan peningkatan performa hingga dua kali lipat dibanding RTX 4090.
Jensen Huang, CEO NVIDIA, menyebut Blackwell sebagai “mesin AI untuk para gamer dan kreator,” dengan neural rendering dan ray tracing sebagai pilar utamanya. RTX 5090 akan tersedia melalui mitra seperti ASUS, MSI, ZOTAC, dan system builder lokal termasuk Enter Komputer dan Techinstore.
RTX 5050: Performa Tinggi dengan Harga Terjangkau
Mulai pertengahan Juli 2025, NVIDIA juga merilis GeForce RTX 5050, GPU berbasis Blackwell yang ditujukan untuk pasar menengah. Dengan harga mulai dari USD 249 atau sekitar Rp 4 juta, RTX 5050 menawarkan efisiensi daya (130W) dan performa solid melalui 2.560 CUDA Cores dan memori 8GB GDDR6.
Kartu grafis ini cocok untuk PC dengan PSU 550W dan hadir dalam berbagai varian dari brand populer seperti GIGABYTE, Colorful, dan INNO3D.


Laptop RTX 50 Series: Tipis, Ringan, Bertenaga AI
NVIDIA juga meluncurkan laptop RTX 50 Series yang ditenagai oleh arsitektur Blackwell dan teknologi DLSS 4. Laptop ini menyasar gamer dan kreator profesional dengan performa tinggi dan efisiensi desain berkat teknologi Max-Q.
Beberapa model unggulan yang sudah tersedia:
- ACER Predator Helios 16 AI (RTX 5090)
- ASUS ROG Strix SCAR 18 (RTX 5090)
- HP OMEN MAX 16 (RTX 5080)
- MSI Vector 16 HX AI (RTX 5070 Ti)
Laptop ini sudah dapat ditemukan melalui partner lokal seperti ELS Computer, Bitracom, dan Agres ID.
RTX Neural Shaders dan Realisme Generasi Baru
RTX 50 Series juga membawa RTX Neural Shaders, teknologi yang menggabungkan AI langsung ke dalam programmable shaders. Ini memungkinkan pencahayaan, material, dan efek visual sinematik berjalan real-time dalam game.
Fitur lainnya termasuk RTX Neural Faces, ray-traced hair and skin, serta RTX Mega Geometry yang mampu meningkatkan jumlah ray-traced triangles hingga 100 kali dalam satu adegan.
DLSS 4: Revolusi Frame Rate dan Imersi Visual
Dengan lebih dari 125 game dan aplikasi telah mengadopsi DLSS 4, teknologi ini menjadi adopsi tercepat dalam sejarah NVIDIA. DLSS 4 menggunakan AI untuk menciptakan hingga tiga frame tambahan dari satu frame biasa, meningkatkan performa hingga 8 kali lipat.
Game populer seperti Mecha BREAK, Diablo IV, dan Still Wakes the Deep sudah mendukung DLSS 4. NVIDIA juga merilis driver terbaru untuk mendukung game-game ini.


RTX Remix: Remaster Game Klasik dengan Teknologi Modern
Setelah setahun dalam versi beta, NVIDIA resmi meluncurkan RTX Remix versi terbaru. Dilengkapi DLSS 4 dan RTX Neural Shaders, platform ini memungkinkan modder meremaster game klasik seperti Half-Life 2. Demo Half-Life 2 RTX kini tersedia gratis di Steam, menampilkan dukungan ray tracing penuh, Reflex, serta asset visual generasi baru.
RTX AI PC: Jalankan AI Lokal dengan NVIDIA NIM
NVIDIA memperkenalkan model AI foundation yang dapat dijalankan langsung di PC berbasis RTX AI. Model-model ini didukung oleh layanan NVIDIA NIM™, memungkinkan inferensi AI dua kali lebih cepat dengan konsumsi memori rendah berkat dukungan komputasi FP4.
NIM mendukung berbagai skenario AI, dari LLM, VLM, pembuatan gambar, hingga ekstraksi data PDF. NVIDIA juga menggandeng mitra seperti Meta, Mistral, dan Stability AI dalam pengembangan AI Blueprint.
AnythingLLM: Agentic AI untuk Semua Pengguna
NVIDIA turut memperkenalkan AnythingLLM, aplikasi desktop open-source yang memungkinkan pengguna mengintegrasikan LLM lokal secara fleksibel. Dengan akselerasi GPU RTX, aplikasi ini menjamin privasi penuh dan performa AI tinggi, dari asisten pribadi hingga automasi sistem perusahaan.


NVIDIA Studio: Kreativitas Berbasis AI yang Lebih Canggih
Melalui ekosistem NVIDIA Studio, GPU RTX 50 Series mempercepat alur kerja kreatif dengan encoder generasi ke-9 dan memori VRAM hingga 32GB. Aplikasi NVIDIA Broadcast kini dilengkapi fitur beta berbasis AI seperti Studio Voice dan Virtual Key Light, serta dukungan dari Streamlabs Intelligent Streaming Assistant berbasis NVIDIA ACE.


















![[Review] Omron HEM-7156T Akurat, Nyaman Dan Mudah Digunakan Dengan Bluetooth](https://gadgetholic.id/wp-content/uploads/2022/11/P_20221116_075706-218x150.jpg)
![[review] Lexar SSD NVMe M.2 2280 NM760 Cocok Bagi Para Gamer dan Profesional](https://gadgetholic.id/wp-content/uploads/2022/11/P_20221114_212609-218x150.jpg)
![[Review] Smartphone Paling Kuat dengan Helio G99 & Super AMOLED di Segmennya](https://gadgetholic.id/wp-content/uploads/2022/11/P_20221104_165801-218x150.jpg)













