Gadgetholic – Tiga operator besar di Indonesia, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan XLSMART, resmi meluncurkan inisiatif bersama bertajuk Telco API (Application Programming Interface) Alliance. Langkah ini bertujuan mempercepat standardisasi protokol Telco API di Indonesia dengan mengadopsi standar internasional CAMARA, sehingga integrasi antar-ekosistem operator dan aplikasi menjadi lebih mudah, aman, serta inklusif.

Komitmen Bersama

  • Telkomsel menegaskan aliansi ini sejalan dengan misi membangun ekosistem digital nasional yang berdaya dan berkelanjutan, sekaligus melindungi masyarakat dari kejahatan digital.
  • IOH melihat kolaborasi ini sebagai kontribusi nyata industri telekomunikasi dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia serta menghadirkan pengalaman digital kelas dunia.
  • XLSMART menekankan pentingnya inovasi digital yang inklusif dan aman, dengan keyakinan bahwa Telco API Alliance akan menjadi katalis lahirnya berbagai solusi baru serta memperkuat daya saing industri telekomunikasi Indonesia.

Enam Solusi Telco API Alliance

Secara bertahap, aliansi ini akan menghadirkan enam solusi utama, sebagian besar berfokus pada perlindungan pelanggan dari risiko penipuan dan peretasan akun:

  1. Telco API Active Inactive – Memeriksa status keaktifan nomor dan registrasi pelanggan.
  2. Telco API MNV – Memvalidasi perangkat melalui verifikasi nomor dan jaringan.
  3. Telco API SIM Swap – Mendeteksi aktivitas mencurigakan pada kartu SIM untuk mencegah pembajakan nomor.
  4. Telco API Device Location – Memeriksa lokasi perangkat dalam radius geografis tertentu.
  5. Telco API Recycle Number – Melakukan verifikasi saat terjadi perubahan kepemilikan nomor agar tidak disalahgunakan.
  6. Telco API Scam Signal – Menganalisis jaringan data secara real-time untuk mendeteksi potensi penipuan transaksi bisnis.

Lanjutan dari GSMA Open Gateway

Penandatanganan nota kesepahaman Telco API Alliance ini merupakan tindak lanjut dari GSMA Open Gateway Initiative yang sebelumnya telah disepakati oleh ketiga operator pada 21 Februari 2024. Inisiatif global tersebut dirancang untuk mempermudah pengembang aplikasi dalam mengakses jaringan operator seluler, sehingga dapat mempercepat lahirnya layanan digital inovatif di Indonesia.