Gadgetholic – Dalam ajang Mobile World Congress (MWC) Shanghai 2025, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan Transsion Holdings resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) strategis untuk memperluas akses digital di Indonesia, khususnya di wilayah terpencil dan tertinggal.

Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan jaringan IM3 dan Tri milik Indosat dengan perangkat digital terjangkau dari Transsion. Indosat akan memanfaatkan lebih dari 10.000 gerai ritel Transsion sebagai pusat distribusi kartu SIM dan layanan digital. Seluruh perangkat Transsion juga akan dibekali aplikasi myIM3 dan bima+ secara pre-install.

Sebagai bagian dari strategi keterjangkauan, kemitraan ini menawarkan bundling perangkat dengan opsi eSIM dan skema cicilan 0%, guna memudahkan kepemilikan perangkat dan akses layanan digital.

Chief Marketing Officer IOH, Vivek Mehendiratta, menyatakan bahwa kerja sama ini adalah langkah nyata untuk mendorong inklusi digital dan memperkecil kesenjangan akses internet di Indonesia. Hal ini sejalan dengan data APJII yang menunjukkan masih rendahnya penetrasi internet di wilayah pedesaan, yakni 30,5% dibandingkan dengan wilayah perkotaan.

Vice President Transsion Holdings, Benjamin Jiang, menyebut Indonesia sebagai pasar strategis utama dan menegaskan komitmen Transsion dalam menyediakan perangkat berkualitas dan mendorong transformasi digital nasional.

Ke depan, kedua perusahaan akan mengeksplorasi kolaborasi lanjutan seperti pengembangan perangkat co-branded dan layanan digital lokal yang disesuaikan kebutuhan masyarakat. Kemitraan ini memperkuat visi bersama untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan memberdayakan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.